Kamis, 09 Juli 2009

PREDIKSI

Cak Jan, buruh pabrik kecap yang selalu mengaku No.1, tidak merasakan sensasi seperti beberapa tahun yg lalu. Sensasi yg luar biasa ketika mendapat undangan untuk mendatangi TPS (Tempat Pemungutan Suara) guna memberikan hak pilihnya.
Ketika itu dia merasa sangat perlu untuk menggunakan hak pilihnya, walaupun tidak diliburkan dia sampai mengambil hak cuti tahunannya agar bisa pulang kampung dan mencoblos.

Namun Pemilu kali ini terasa hambar, entah karena sudah terlalu sering mencoblos/mencontreng saat pilkada dan pileg, atau karena sudah frustasi karena semua yg dilakukannya tidak juga membawa perubahan bagi dirinya.
Tetap saja sebagai buruh dan terus-terusan pusing dengan kebutuhan yg selalu tidak tercukupi dengan penghasilannya yg selalu terpatok dng nilai UMK.

Sebagai buruh yg hanya merasa disentuh saat kampanye dan hanya dijejali janji2 manis tanpa realisasi, terkadang memaksanya mencari pemasukan tambahan hanya agar dapur tetap mengepul. Mulai nyambi jadi tukang ojek sampai ikutan pasang togel,yg walaupun sering kalah tapi juga kadang nembus. masih lumayanlah dari pada janji politikus yg tidak pernah nembus.

Cak Jan berangkat ke TPS dng perasaan biasa saja, milih siapa...??? itu soal the last secon di bilik suara. Diapun sudah tidak tertarik untuk mengikuti perhitungan hasil suara, karena tidak punya jago yg diunggulkan.

Cak Jan lebih tertarik mengikuti siaran RCTI yg menampilkan acara The Master. Cak Dedy sang mentalist telah menaruh prediksi yg dijaga ketat polisi. Sebuah prediksi perolehan suara para Capres berdasarkan Quick Count LP3ES yg sehari sebelumnya disegel oleh notaris untuk membuktikan bah tidak ada rekayasa.

Luar biasa memang sang mentalist ini, prediksinya TEPAT.
Mengalahka prediksi pakar politik, bahkan prediksi team sukses capres.

"Cak Dedy, tolong dong diprediksi nasib buruh ditangan pemerintahan yg baru ini....." jerit Cak Jan dalam hati.

Mestinya para buruh meminta advis dari sang mentalist ini, agar tahu capres mana yang bakalan betul2 akan mensejahterakan kaum buruh, yang jumlahnya paling banyak di negeri ini tapi tetap tidak bisa bersatu membentuk partai buruh untuk memperjuangkan kepentingannya.

Semoga buruh lebih sejahtera ditangan pemerintahan yang baru ini.......

Salam Solidaritas

2 komentar:

Anonim mengatakan...

lumayan buat pengetahuan.....

Anonim mengatakan...

lumayan buat pengetahuan.....