Minggu, 30 Agustus 2009

Menu Sehat, padat dan Hemat

Di warung depan pabrik kecap No.1 tempat dimana Cak Jan selama ini mengais rejeki, selalu dipenuhi para buruh disaat jam makan siang tiba. Disalah satu sudut warung Cak Jan asyik menikmati makan siangnya dengan menu sehat, padat dan hemat, nasi lauk tempe dan dadar telor (yang lebih terasa tepungnya daripada telurnya) plus sayur lodeh.
Disaat lagi asyik menikmati santap siang, konsentrasinya terusik dengan pembicaraan buruh lain yang juga lagi makan bersama temannya di samping meja Cak Jan. Sepintas terdengar obrolan mereka tentang gaji yang baru saja dinaikkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
"Naik berapa gajimu Dul" tanya seorang pria kurus berambut gondrong kepada temannya yang dipanggil Dul.
"Alhamdulillah Mat, walaupun gak paling bagus..... tapi juga gak yang paling jelek" jawab lelaki gendut yang dipanggil Dul tadi. "kalau kamu Mat, naik berapa...." balik bertanya si Dul kepada si Mat.
"Kalau aku sih lebih dikit diatas rata-rata..... tapi ya syukurlah Dul, kita masih dapet kenaikan gaji. Cuma aku kasihan sama si Agus sahabatku."
"Agus yang pengurus Serikat Pekerja itu Mat"
"Iya, kasihan dia....."
"Memangnya kenapa....?? dia kan pasti naiknya paling Top, bahkan mungkin gak ada ukurannya, kan tiap hari ketemu ama Bos..."
"Tahu darimana kamu Dul"
"Isunya sih gitu.."
"Memang kita sebagai pekerja biasa hanya lihat dari luarnya saja, Si Agus dan teman2 yg ada di Serikat itu memang hampir tiap hari ketemu bos gede, tapi kan ketemunya itu gak selalu dalam kondisi yang menyenangkan, bahkan yang lebih sering mereka ketemu dalam pembicaraan yang menyangkut kepentingan karyawan. Si Agus dan teman2 SP membawa kepentingan karyawan dan si bos membawa kepentingan bisnis perusahaan. Nah.... disitulah kadang terjadi selisih pendapat. Selain itu, teman2 SP itu juga kan masih ada kewajiban kerjaan rutinnya, sehingga dia dituntut bisa membagi waktu antara mengurusi kepentingan buruh yang diwakilinya, dan target pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Kalau pas pimpinan dia di kerjaan (yang juga buruh sebetulnya) memahami fungsi ini, tentu akan lebih mudah bagi teman2 di SP untuk memikirkan kepentingan buruh yg diwakilinya."
"Kan sudah menjadi tanggung jawab si Agus dan teman2 SP memperjuangkan kepentingan anggotanya Mat"
"Iya sih...... tapi coba kamu pikir, disaat buruh menghadapi masalah, misalnya kenaikan gaji seperti kemarin, semua menuntut SP agar memperjuangkan ada kenaikan gaji. Terlambat sedikit aja dari waktu yang biasanya..... semua udah pada ngomelin SP, bukannya malah memberi semangat, bantuin do'a atau kasih usulan solusi.
Udah positip ada kenaikan....eehhh.... masih juga diomelin lagi.... yang nilainya gak sebagus tahun kemarin lah... ini lah.... itu lah...... padahal si Agus sendiri dapetnya kenaikan masih kalah bagus sama teman2 di bagiannya yang cuma mikirin kerjaannya..... lah dia, harus mikirin kerjaannya, juga mikirin nasib buruh2 yang jadi anggotanya, juga harus mikirin kepentingan perusahaan agar bisa bertahan di tengah persaingan bisnis yg gila2 an sekarang ini."
"Tapi dia kan gajinya dobel Mat, dari pabrik sama dari Serikat Pekerja" tanya si Dul.
"Ngawur kamu Dul, di SP itu gak digaji....... kerja sosial." jawab si Mat.
"Waduh.... susah juga ya Mat kalo gitu....."
"Iya... nah ini mau ganti pengurus SP..... kamu tak calonkan ya Dul" si Mat nawarin si Dul.
"Nggak ahh...... susah kalo kenyataannya gitu...."
"Makanya.... kalo kamu sendiri gak sanggup jadi pengurus SP..... gak usah ngomongin yang macem2 deh....... ntar malah tak calonin kamu biar tahu rasa.... hahhaaaa..." ledek si Mat.
"Gundulmu mat........."
Mereka lalu beranjak keluar untuk merokok sambil menghirup udara segar diluar warung yang jauh lebih lega daripada didalam yang panas karena beratap seng.
Cak Jan masih termenung memikirkan obrolan dua orang tersebut.
Ternyata anggapannya selama ini salah.
Anggapan bahwa sungguh enak menjadi pengurus Serikat Pekerja dengan segala macam isu yang berkembang selama ini, tanpa memahami begitu besarnya resiko yang harus ditanggung bagi pengurus SP.
Dalam hati Cak Jan hanya bisa berdoa semoga para pengurus SP yang membantu para buruh yang dalam kesulitan itu mendapat kemudahan dalam menjalankan tugasnya, dikuatkan imannya dan dimurahkan rejekinya dari arah yang tidak disangka-sangka datangnya.
Sudahkah anda berdo'a hari ini.....???

Tidak ada komentar: